Sudah Tengah Hari Puasa, Pasien Diabetes Jangan Lupa Cek Gula Darah

Sudah Tengah Hari Puasa, Pasien Diabetes Jangan Lupa Cek Gula Darah

Topikberita – Pasien diabetes melitus tidak dilarang untuk berpuasa. Syaratnya, sudah berkonsultasi ke dokter, tetap minum obat, dan rutin memantau kondisi gula darah.

Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, mengatakan pasien diabetes yang berpuasa wajib memantau kondisi gula darahnya dengan melakukan pengecekan sendiri. Sebabnya, pasien diabetes yang berpuasa rentan mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) ataupun hiperglikemia (gula darah tinggi).

Untuk menghindari komplikasi diabetes gula darah terlalu tinggi atau rendah saat puasa, wajib melakukan pengecekan gula darah sendiri,” ungkap dr Yunir, dalam diskusi media Diabetes dan Ramadan di D’Lab, Jl Riau, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Pengecekan dilakukan rutin, bangun tidur sebelum sahur, saat tengah hari, sore hari dua jam sebelum berbuka, dan setelah makan malam,” tambahnya lagi.

Hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah sangat tinggi, lebih dari 200 mg/dL. dr Yunir mengatakan jika gula darah tinggi, pasien diabetes dianjurkan berbuat dan minum obat untuk mencegah kefatalan.

Di sisi lain, hipoglikemia adalah kondisi ketika gula darah sangat rendah, di bawah 70 mg/dL. Jika terlambat mendapatkan pertolongan, pasien diabetes bisa mengalami kehilangan kesadaran hingga koma.

Di bulan puasa, pasien diabetes sangat rentan mengalami hipoglikemia. Hal ini bisa jadi karena beberapa penyebab, antara lain jadwal minum obat yang berubah, masalah metabolisme, dan komplikasi lainnya.

Pokoknya kalau sudah gemetaran, keringat dingin, pusing, lemas, harus cek gulanya. Kalau di bawah 60mg/dL, wajib buka, nggak boleh nggak karena biaa fatal pasien diabetesnya, bisa koma,” tutup dr Yunir.