Pesan Psikolog Jika Kamu Mendapat Broadcast Video Porno

Pesan Psikolog Jika Kamu Mendapat Broadcast Video Porno

Topikberita – Seringkali rasa penasaran membuat jari tidak tahan untuk membuka dan melihat isi kiriman broadcast konten porno yang, entah sengaja atau tidak sengaja, sampai ke ponsel kita. Terlebih lagi bila konten tersebut tengah menjadi perbincangan di mana-mana, seperti video ‘aryodj’ yang pemeran prianya konon mirip anggota DPR F-Gerindra Aryo Djojohadikusumo.

Komentar-komentar panas menggelitik dari orang-orang yang sudah melihatnya, semakin membuat penasaran untuk membuka. Lalu setelah membuka, tambah penasaran lagi untuk membagikannya ke teman yang lain.

Tentu saja, menonton dan menyebarkan video porno bukan perilaku yang sehat. Kepada topikberita, psikolog dari Personal Growth, Veronica Adesla, menjelaskan apa saja yang harus dilakukan jika mendapat broadcast video porno.

Penting sekali untuk kita sebagai masyarakat memiliki mindset pikir yang benar tentang mengapa tidak perlu melihat dan menyebarkan broadcast video porno,” ujar Veronica.

Berikut beberapa pesan dari Veronica agar memiliki mindset yang benar jika mendapatkan broadcast video porno.

1. Broadcast video porno itu tidak layak untuk ditonton. Menonton video porno sama dengan mencemari pikiran Anda. Untuk itu, saya yakin orang yang sehat tidak akan melakukan hal-hal yang jelas dapat merusak dan merugikan diri sendiri.

2. Menonton dan menyebarkan broadcast video porno berarti membantu menyukseskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mendapatkan keuntungan atau memiliki tujuan tertentu di balik penyebaran ini.

3. Ikut menyebarkan broadcast video porno berarti ikut berpartisipasi dalam melakukan pencemaran sikap, pikiran, perasaan, dan perilaku negatif.

Kecuali Anda adalah pihak berwenang yang bertugas untuk menginvestigasi video tersebut maka Anda punya keahlian dan tanggung jawab yang harus dijalankan dari menonton video tersebut,” ujarnya.

Veronica juga memberi pesan jika mendapatkan broadcast video porno hendaknya melaporkan ke pihak yang berwenang.

Laporkan saja kepada kominfo. Cukup dengan screen capture/URL link dan kirim ke aduankonten.id; aduankonten@mail.kominfo.go.id ataupun whatsapp:081-1922-4545. Aduan konten dapat dilihat di laman web: trustpositif.kominfo.go.id,” pesan Veronica.