Makan Mie Instan Setiap Malam, Bocah 18 Tahun Meninggal

Makan Mie Instan Setiap Malam, Bocah 18 Tahun Meninggal

Sering memakan mie instan bukanlah kebiasaan yang sehat.

Jurnal Environmental Science and Pollution Research International merilis bahwa mie instan yang mereka teliti mengandung [timbal (Pb), arsen (As), nikel (Ni), merkuri (Hg), tembaga (Cu), kadmium (Cd), aluminium (Al), dan kromium (Cr). )] dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Naas, Seorang siswa 18 tahun belum peduli akan kebiasaan buruk tersebut hingga harus meninggal di usia muda.

Remaja tersebut menderita kanker perut setelah mengonsumsi mie instan setiap malam.

Kebiasaan tidak sehatnya diketahui berkembang semenjak SMA.

Tidak perlu waktu lama untuk mengubah kebiasaan itu menjadi bencana.

Lulus SMA, remaja tersebut menunjukkan gejala kembung, mual, dan sakit perut.

Keluarganya pun menjaid khawatir karena kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Secara mengejutkan, ia didiagnosis menderita kanker perut stadium akhir.

Setelah setahun berjuang melawan kanker, ia akhirnya meninggal dunia.

Ahli onkologi di Mount Medical Center dr Gan, mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi mi instan.

Termasuk juga jenis makanan lain seperti sosis, dan daging asap.

Makanan-makanan tersebut telah dikaitkan dengan makanan penyebab kanker.

Dokter lain, dr Lau, mengatakan, pasien dengan kanker perut biasanya akan menunjukkan gejala yang sedikit di tahap awal.

Kadang, mereka salah didiagnosis menjadi sakit gastritis.

Alasan yang membuat 80 persen pasien kanker perut sudah sampai tahap terminal ketika mereka diketahui menderita kanker.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pelajar 18 Tahun Ini Meninggal Lantaran Terbiasa Makan Mie Instant di Tengah Malam,